Wednesday, August 20, 2014

Trader's Clash of Clans



Hari ini adalah hari kelima saya bermain game strategy yang sedang mewabah di seluruh dunia. Nama game yang sudah bikin banyak orang ketagihan tersebut adalah Clash Of Clans. Saya sebenarnya sudah tahu game Clash of Clans sudah lama, tetapi baru memutuskan untuk menginstall game ini 5 hari yang lalu. Saya adalah seorang penggemar game, mulai jaman Atari, super Nintendo hingga Playstation 3 yang sekarang setia menemani hari hari jomblo saya di Kuala Lumpur. Jujur saja, game Clash of Clans ini bukan tipikal game favorit saya karena saya bukanlah penikmat game strategy seperti Clash of Clans, Age of Empire atau starcraft jaman waktu kuliah dulu. Koleksi game saya adalah game game seperti FIFA 14, seri Need For Speed hingga game first person shooter model Call of Duty atau Battlefield. Lebih menantang dan lebih memberikan kepuasan bagi saya.

Kenapa saya akhirnya memutuskan untuk menginstall dan bermain game Clash of Clans tidak lain karena beberapa teman dalam grup saham yang saya ikuti adalah maniak game Clash of Clans juga, hampir tiap hari mereka membicarakan game Clash of Clans di grup saham. Target cuan tahun 2014 yang sudah tercapai bisa jadi salah satu penyebab mereka punya banyak waktu untuk bermain game ini. Setelah install game Clash of Clans, saya kemudian googling mengenai tips and trick bermain game strategy tersebut. Apa yang harus dilakukan, apa yang harus dibangun terlebih dahulu, bagaimana mempertahankan village dsb. Belajar secara otodidak membantu untuk memahami apa itu game Clash of Clans, tetapi tidak cukup membantu untuk menguasai hal hal praktis yang harus dilakukan di dalam game Clash of Clans. Tiga hari pertama bermain Clash of Clans, bentuk village maupun resource yang saya punya masih sangat amburadul, boro boro bicara peringkat maupun banyaknya trophy yang saya miliki..haram hukumnya karena akan sangat memalukan. Dan satu hal yang saya sesali adalah keterbasan Gems yang saya miliki karena pada awal awal bermain Clash of Clans banyak saya gunakan untuk hal hal yang sebenarnya tidak perlu. Saya baru sadar bahwa hakikatnya fasilitas finish now dengan menggunakan gems pada Clash of Clans layaknya jebakan bid offer yang sering kita lihat dipraktekkan oleh Bandar GL. Terlihat aman, padahal menjerumuskan.

Perubahan cukup besar terjadi dua hari terakhir, dari yang tadinya tidak punya trophy sekarang sudah punya trophy yang cukup banyak menurut saya meski jika dibandingkan dengan pemain lain masih sangat jauh ketinggalan. Peringkat saya pun pelan pelan mulai membaik. Dan perubahan terbesar adalah pada mindset saya mengenai game Clash of Clans ini, pemahaman akan hakikat game Clash of Clans yang merupakan sebuah game strategy dan bukan game sentuh sentuh doang. Sebagai sebuah game strategy tentu harus ada taktik, harus ada strategy dalam membangun village maupun menyerang village orang lain. Bukan asal asalan sentuh bidang kosong untuk membangun atau sekedar menghabiskan gold maupun elixir. Perubahan ini terjadi karena semenjak dua hari yang lalu saya bergabung dengan sebuah Clan, dan kalau dipikir pikir memang sejatinya untuk bisa menikmati game ini kita harus bergabung dengan sebuah Clan, karena dari namanya aja sudah ketahuan Clash of Clans, perang antar clan bukan antar individu…hehe.

Selain sebagai sebuah game strategy, game Clash of Clans menurut saya adalah sebuah game social karena kita dituntut untuk berinteraksi dengan pemain lain dalam satu clan. Hari pertama gabung dengan clan, saya melakukan sebuah kesalahan yang saya yakin akan dipakai oleh teman teman clan saya untuk mempermalukan saya sepanjang saya bermain clash of Clans. Sebagai sebuah game social, dalam sebuah Clan kita bisa meminta bantuan teman untuk mendonasikan pasukan yang kita punya baik untuk bertahan melindungi village kita maupun untuk menyerang village clan lain. Dan saya, dengan cueknya memberikan Goblin sebanyak banyaknya kepada teman yang meminta donasi pasukan tersebut. Dan kemudian diapun protes untuk tidak memberikan goblin karena hanya akan memenuhi castle tanpa ada kontribusi yang cukup berarti dari goblin ini. Bagi yang tidak bermain game Clash of Clans, goblin adalah semacam tuyul yang tugasnya adalah mengambil resource dari village lain baik itu gold maupun elixir. Saya cuma berpikir simple, karena game Clash of Clans ini ada unsur ambil mengambil gold dan elixir dari village lain maka logikanya mempunyai banyak goblin akan semakin baik dalam mengambil gold dan elixir, dan ternyata pikiran itu agak kurang tepat…haha kampret lah.

Game Clash of Clans ini di satu sisi mengingatkan saya akan perjalanan karir trading saya. Awal mengenal dunia saham dulu, saya belajar secara otodidak dengan banyak membaca artikel artikel di internet dan juga membeli buku buku yang menjelaskan mengenai mekanisme serta seluk beluk dunia saham. Hasilnya, satu hari cuan, hari berikutnya mengalami kerugian berkepanjangan. Saya tidak bilang bahwa proses ini salah, tidak sama sekali. Saya justru menganjurkan bahwa setiap orang yang mau terjun ke dunia saham harus punya dasar pemahaman mengenai dunia saham dengan cara membaca artikel artikel di internet maupun buku buku trading yang sekarang banyak bermunculan di pasar. Hanya saja, saya mau mengingatkan bahwa mengetahui teori mengenai saham, mengenai pasar modal saja tidaklah cukup untuk menjejakkan kaki di dunia pasar modal. Meski artikel artikel ataupun buku tersebut ditulis oleh orang yang selama ini menggeluti dunia saham, berisi hal hal praktis mengenai trading saham, menurut saya tetap tidak cukup untuk memperkokoh pondasi trading kita. Dan itu juga yang terjadi di masa masa awal saya bermain Clash of Clans, belajar teori dan tips and trick bermain clash of clans tetapi tetap tidak mengalami perkembangan yang berarti, terlebih ketika jatah Shield saya habis dan village saya terbuka untuk diserang oleh orang lain, tinggal masalah waktu hingga gold dan elixir saya habis dan kemudian saya bosan bermain karena tidak maju maju dan mungkin akhirnya memutuskan untuk berhenti bermain Clash of Clans. Berapa banyak trader yang akhirnya memutuskan untuk berhenti menggeluti saham karena dia merasa sudah belajar mengenai saham, merasa sudah bisa trading tetapi tetap saja tidak berhasil meraih keuntungan dari aktivitas trading yang dia lakukan.

Bergabung ke dalam sebuah Clan dalam Clash of Clans adalah layaknya kita bergabung ke dalam sebuah grup diskusi saham. Di era messenger yang saat ini sudah sangat menjamur, mulai dari google talk, whatsapp hingga aplikasi line tentu saja interaksi antar anggota grup saham akan semakin dinamis dan cepat. Dulu, ketika awal saya terjun ke dunia saham dan mengalami banyak kerugian, saya mulai mencari cari training saham, mulai bergabung dengan mailing list saham yang ada. Dulu, mailing list merupakan sarana utama dalam berinteraksi sesama trader, aplikasi messenger maupun grup saham belum sebanyak seperti saat ini. Dari training dan ikut milist kemudian saya mengenal beberapa orang trader yang cukup menonjol di milist tersebut, dari situ kemudian beralih ke kopi darat, bertemu dan berdiskusi secara langsung. Dan dari interaksi langsung secara rutin itulah kemudian saya merasakan manfaat yang tidak saya dapatkan dari baca buku maupun baca artikel di internet yakni mentoring.

Tentu saja kita tidak bisa sembarangan bergabung ke dalam sebuah clan. Ada beberapa syarat yang dijadikan sebagai pertimbangan menerima anggota clan, ada syarat yang harus kita penuhi untuk bisa bergabung ke dalam clan. Syarat minimal tentu saja adalah ada anggota clan yang kita kenal yang bisa meng-invite kita untuk bergabung ke dalam clan tersebut. Dan inilah yang terjadi pada saya, ketika syarat trophy belum terpenuhi, saya di-invite karena kenal dengan anggota clan nya. Sama halnya dengan bergabung ke dalam grup saham, minimal ada seseorang yang sudah kita kenal sebelumnya yang sudah bergabung dengan grup saham tersebut. Perkenalan tersebut bisa saja terjadi dalam sebuah mailing list ataupun dalam sebuah training yang kemudian beranjak ke tingkat yang lebih private dalam bentuk grup whatsapp ataupun messenger lainnya. Dari situlah, proses mentoring berjalan baik secara online maupun offline.

Mentoring bukanlah training, dalam training kita seringkali hanya mendapatkan kulitnya saja, hal hal yang sifatnya lebih umum dan interaksinya seringkali terbatas. Dalam mentoring, kita mendapatkan sesuatu yang sifatnya lebih personal, lebih detail, lebih praktis, tidak hanya aplikasi teori, tetapi juga strategi praktis yang selama ini sudah terbukti berhasil. Interaksinya juga lebih intense, lebih kepada sesuatu yang sifatnya solutif dan bukan normatif. Dua hari yang lalu saya masih kekeuh berpikiran bahwa saya harus banyak banyak punya goblin agar bisa mendapatkan banyak gold dan elixir, tetapi pada prakteknya, berdasarkan pengalaman, barbarian dan archer lebih efektif. Ketika punya banyak resource, saya banyak memproduksi wall breaker yang menyerap cost lebih banyak, pada kenyataannya, gak perlu banyak-banyak punya wall breaker, mending bangun giant aja. Tentu saja, tiap mentor akan berbeda penyampaiannya, tiap mentor akan mempunyai sudut pandang yang berbeda. Hal ini wajar karena memang mereka bicara berdasarkan pengalaman mereka, bicara berdasar apa yang sudah sukses mereka lakukan. Dan tentu saja, kesuksesan masing masing orang akan berbeda cara meraihnya.

Dalam sebuah training saham, mungkin kita akan diajari bagaimana mencari titik support dan resistance, bagaimana cara untuk menyeleksi saham dan memilih saham yang akan kita tradingkan. Dalam mentoring kita akan juga menerima hal yang sama tetapi pembahasannya akan jauh lebih mendetail, akan banyak what if scenario, bagaimana jika ternyata begini, bagaimana jika bandarnya begitu dan sebagainya.

Lalu siapakah yang akan menjadi mentor kita?? Seorang mentor tidak selalu harus seseorang yang sudah sangat terkenal, sudah sangat jago, bisa jadi dia adalah trainer dari training saham yang pernah kita ikuti, atau bisa jadi dia adalah orang yang kita kenal di sebuah mailing list, training saham atau grup facebook. Tentu saja kalo bisa kita mungkin bermimpi punya mentor seorang warren buffet tetapi kita tentu saja kita tidak punya akses sampai ke warren buffet, boro boro engkong WB, akses ke trader top di Indonesia saja mungkin kita tidak punya. Oleh karena itu, setidaknya kita harus punya mentor seseorang yang lebih dahulu merasakan pahit manisnya trading saham dan sudah berhasil meraih kesuksesan di dalam tradingnya, tidak harus selevel warren buffet. Mentor saya dalam Clash of Clans saja bukanlah top player di Indonesia apalagi dunia, tetapi bagi saya sudah sangat cukup karena saya melihat prestasi mereka dan bentuk village mereka yang sudah bikin saya ngiler dan gatel untuk menggesek kartu kredit.

Aaah, bicara soal kartu kredit, dalam Clash of Clans, Gems adalah sebuah resource yang amat berharga yang bisa diperoleh salah satunya dari menyelesaikan achievement yang ada. Dan tentu saja untuk menyelesaikan achievement ini memerlukan waktu yang cukup lama dan membutuhkan kesabaran yang luar biasa. Berita bagusnya adalah, ada cara lebih mudah untuk mendapatkan Gems ini, yakni dengan membeli Gems dengan menggunakan kartu kredit. Harganya bervariasi tergantung dari berapa banyak Gems yang mau kita beli, dari ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah sekali gesek. Pride above all adalah kata kata yang biasa diteriakkan oleh temen temen dalam Clan untuk memanas-manasi saya agar membeli gems memakai kartu kredit agar saya bisa segera membangun Village yang setidaknya tidak terlalu jauh dengan level anggota clan lainnya. Alhamdulillah, sampai saat ini, saya belum tergoda untuk memakai kartu kredit saya untuk membeli Gems, karena bagi saya, membeli Gems ini seperti layaknya kita membayar untuk berlangganan stock pick saham. Jalan pintas yang seringkali tidak semulus yang trader bayangkan.

Alasan lain kenapa sampai saat ini saya belum mau membeli Gems menggunakan kartu kredit adalah karena dalam Clan kita bisa request troop kepada anggota clan lainnya. Dan karena kita berada dalam clan yang sama, maka anggota clan lainnya mempunyai kewajiban moral untuk memberi pasukan yang mereka miliki kepada kita…asal jangan goblin aja..haha. Nah request ini, ibarat kita meminta stock pick saham kepada mereka, karena troop ini adalah pasukan yang sudah mereka pilih dan upgrade, sehingga kita setidaknya akan mendapatkan kualitas yang cukup baik. Sama-sama jalan pintas seperti gems tetapi setidaknya kita sudah tahu kualitasnya dan kita dapatkan secara gratis.

Salah satu fitur yang paling saya sukai dalam clan adalah fasilitas sharing replay yang bisa kita manfaatkan untuk belajar. Sharing replay berisi mengenai serangan ataupun pertahanan yang dilakukan oleh anggota clan yang lain. Dengan melihat replay tersebut, kita bisa belajar mengenai bagaimana strategi menyerang clan lain dengan berbagai bentuk pertahanan yang berbeda. Ini sama aja kayak kita bertemu dengan mentor kita dan kemudian mentor tersebut bercerita mengenai bagaimana dia memperoleh cuan dari trading saham tertentu, bagaimana dia mengatur posisi entry dia, bagaimana dia mengatur besaran lot yang dia ambil, dan bagaimana dia mengatur posisi jual dia. Bagaimana dia memanfaatkan kesempatan yang ada untuk mendulang keuntungan. Real time practice.

Bagi yang sudah bergabung ke dalam Clan, tentu saja anda pernah merasakan bagaimana menyenangkannya mengatur strategy untuk berperang dengan clan lain. Dan dari kemaren, clan saya sudah banyak berdiskusi mengenai strategy ini. Si A bagaimana posisinya, siapa yang akan dia serang, Si B harus menyiapkan pasukan apa, siapa yang akan dia serang, bagaimana menyerangnya. Saat ini, tentu saja saya hanya bisa menjadi penikmat war itu, hanya bisa melihat dari pinggir apa yang akan mereka lakukan. Tapi meski begitu, saya sudah bisa merasakan bagaimana menyenangkannya mengatur strategy untuk berperang dengan clan lain. Terlebih apabila nantinya perang tersebut bisa dimenangkan.

Dalam sebuah grup saham, kita juga bisa melakukan hal yang sama dan merasakan kesenangan yang mungkin jauh diatas kesenangan memenangkan perang dalam Clash of Clans. Cobalah anda dan teman-teman dalam grup saham anda, mencari saham-saham bagus yang value transaksinya kecil. Biasanya saham-saham seperti ini tidak terlalu liquid meski secara fundamental tidak bermasalah. Dan umumnya saham-saham ini ada penunggunya. Hal yang bisa anda lakukan adalah mengatur strategy bagaimana caranya agar penunggu saham tersebut mau tidak mau setidaknya menggerakkan saham tersebut, entah ke atas, entah ke bawah. Coba atur posisi di antara anggota grup saham, siapa bid di harga berapa dan berapa lot, siapa yang harus bertindak sebagai penjaga bid, dan siapa yang bertugas untuk hajar kanan sampai beberapa lantai…coba saja dan anda akan merasakan kesenangan lain dalam trading saham J.

Tulisan ini mungkin agak panjang, tetapi inti yang mau saya sampaikan adalah bahwa untuk sukses dalam dunia saham, tidak cukup hanya membaca artikel di internet, baca buku trading ataupun ikut training. Untuk bisa sukses, kita harus punya mentor yang akan membimbing trading kita, yang akan dengan suka rela membagi kisah tragis dia agar kita bisa mengambil pelajaran dan terhindar dari kesalahan yang dia perbuat, membagi kisah sukses dia yang bisa kita tiru sekaligus menjadikannya sebagai motivasi kita.  Dan proses mentoring tersebut akan lebih efektif ketika terbentuk dalam sebuah grup saham kecil dengan anggota yang tidak begitu banyak layaknya anggota clan.


Dan sekarang…saatnya saya untuk menyerang village lain..Hajar Bleehh!!

Thursday, August 7, 2014

Bonus..

Memiliki pasangan seorang wanita seperti Raisa, Maudy Ayunda maupun Olla Ramlan mungkin menjadi dambaan sebagian lelaki normal, sebagian yang lain gak tahu mendambakan wanita seperti apa J. Kenapa Raisa, Maudy Ayunda dan olla ramlan menjadi dambaan sebagian lelaki normal?? Karena memiliki pasangan seperti mereka kita tidak hanya mendapatkan seorang pendamping hidup yang cantik saja, tetapi kita juga akan mendapatkan banyak bonus yang menyertainya. Wajah cantik yang bikin kita betah untuk memandangnya seharian penuh hanya fitur dasar yang kita dapatkan, di luar itu kita akan mendapatkan bonus pasangan dengan tubuh sexy yang bikin lelaki mempunyai fantasy yang you know lah, belum lagi bonus teman diskusi yang menyenangkan, hingga bonus suara merdu live yang mungkin akan kita nikmati secara special ketika kita lagi berantem.

Cuma..perlu diingat, bahwa bonus bonus tadi tidak bisa kita dapatkan secara free. Boro boro free, bonus bonus tadi juga tidak akan kita dapatkan dengan mudah. Laki laki yang ingin mendapatkan raisa, maudy ayunda maupun olla ramlan harus sadar bahwa untuk bisa menaklukkan hati mereka ada prasyarat yang harus kita penuhi, ada modal yang harus kita miliki, baik modal tampang maupun financial. Kecil kemungkinan seorang raisa, maudy ayunda atau olla ramlan memilih pasangan dari kalangan biasa seperti anda dan saya…hehe. Kalo anda merasa percaya diri bahwa mereka akan lebih memilih menghabiskan sisa hidup mereka bersama anda daripada dengan laki laki yang minimal sama dengan apa yang mereka miliki saat ini, ganteng, tubuh atletis dan mapan dalam segala hal, saya cuma bisa bilang ke anda… sadar woyyy…sadar !!!

Berbicara mengenai bonus, tentu masih hangat dalam ingatan kita mengenai beberapa materi kampanya pada pemilihan presiden Indonesia yang baru saja selesai. Beberapa pendukung Jokowi selama masa kampanye memunculkan alasan kenapa harus memilih Jokowi sebagai presiden. Dan salah satu alasan yang mereka kemukakan khususnya bagi pemilih warga Jakarta adalah ketika mereka memilih Jokowi sebagai presiden, maka mereka mendapatkan bonus yang tidak kalah hebat, tidak kalah jago dari Jokowi. Jika jokowi terpilih menjadi presiden, maka warga Jakarta akan mendapatkan bonus Ahok sebagai gubernur Jakarta. Apakah bonus ahok ini menjadi faktor yang menyebabkan peroleh suara Jokowi di Jakarta cukup besar..saya tidak tahu. Yang saya tahu bonus bukanlah tujuan utama kita dalam melakukan sesuatu. Namanya aja bonus, sesuatu yang akan kita dapatkan setelah kita juga mendapatkan hal mendasar dari apa yang kita lakukan. Dalam kasus Jokowi, bonus ahok baru akan kita dapatkan ketika banyak orang memilih Jokowi dan kemudian Jokowi dilantik sebagai presiden. Contoh lain, bagi seorang karyawan yang bekerja pada sebuah perusahaan, bonus adalah sesuatu hal yang mereka dapatkan setelah mereka mendapatkan sesuatu yang sifatnya mendasar, yakni gaji yang mereka terima tiap bulan, itupun kalo perusahaan merasa perlu untuk memberikan bonus. Dari sini berarti ada bonus yang sifatnya given, melekat seperti bonus yang kita dapatkan dari seorang raisa, maudy ayunda ataupun olla ramlan, dan ada juga bonus yang sifatnya optional, tergantung dari performansi ataupun kebijakan pihak lain.

Terkait dengan trading, mungkin tidak banyak yang sadar bahwa dalam trading juga kita bisa mendapatkan bonus dari keputusan kita menekuni aktifitas di pasar modal tersebut, setidaknya bagi saya seperti itu. Sadar gak sih bahwa ketika kita trading, ada kesenangan tersendiri yang kita rasakan, ada lonjakan adrenaline yang kita nikmati hanya dari aktifitas kita duduk dan melakukan jual beli saham. Dan menurut saya, bonus dalam trading sifatnya given, melekat dengan aktifitas trading itu sendiri. Cuan bukanlah bonus dari aktifitas trading yang kita lakukan, cuan adalah reward dari trading kita, sama dengan gaji bagi seorang karyawan. Namun jika kita tidak perform sebagai seorang karyawan maka kita akan mendapatkan teguran dan peringatan dari perusahaan yang bisa sampai beberapa kali dari SP 1 sampai SP 3 hingga sangsi yang paling berat berupa pemecatan, maka dalam trading punishment ketika kita tidak perform bersifat langsung, tanpa teguran dan peringatan. Kalo kita tidak perform, maka kerugian sudah hampir pasti akan kita dapatkan. Jika sebagai karyawan ketika kita mendapatkan SP kita mungkin mengajukan sanggahan, gugatan ataupun mendekati bagian HR atau atasan kita dengan memberikan bingkisan atau apa saja agar SP kita ditinjau kembali, nah kalo sebagai trader kita mau menggugat ke siapa? Kirim bingkisan kemana??? Mau mengajukan gugatan ke MK dan minta trading diulang karena kita merasa dicurangi oleh Bandar???

Sebagai reward, maka cuan yang kita dapatkan dari trading tentu saja berkaitan dengan skill trading yang kita miliki. Sama saja dengan gaji yang kita dapatkan sebagai seorang karyawan. Seorang karyawan baru dengan latar pendidikan master atau sarjana tentu saja akan mendapatkan gaji yang berbeda dengan seorang karyawan baru dengan latar pendidikan hanya lulusan SMA. Sebagai trader, apalagi trader newbie kita harus sadar bahwa cuan yang akan kita dapatkan tentu saja akan berbeda dengan cuan yang didapatkan oleh senior senior trader dengan skill trading yang jauh lebih mumpuni dari kita. Kesalahan mendasar dari seorang trader baru umumnya adalah berharap dan berfantasy mendapatkan cuan sebanyak trader lain yang dia kenal. Mereka seringkali lupa bahwa banyaknya cuan yang didapatkan oleh trader lain yang lebih senior adalah hasil dari belajar, hasil dari peningkatan skill trading yang mereka asah di pasar modal dalam jangka waktu yang cukup lama. Cepat kaya seringkali menjadi penyakit yang menentukan masa hidup seorang trader di pasar modal. Trader baru yang berharap cuan puluhan persen tiap bulan seringkali tidak berumur panjang, trader baru yang berharap cuan banyak seringkali melakukan kesalahan kesalahan mendasar dalam memilih saham, entah saham gorengan maupun warrant. Satu hari cuan besar, di hari lain harus gulung tikar.

Skill trading ini juga yang akan menentukan apakah kita akan menerima bonus trading kita atau enggak. Sama halnya prasyarat yang harus dimiliki untuk mendapatkan seorang raisa, Maudy Ayunda ataupun Olla Ramlan, maka skill trading adalah prasyarat yang harus kita miliki untuk mendapatkan keuntungan penuh beserta bonusnya dari bursa saham. Seorang trader dengan skill pas pasan mungkin tidak akan bisa menikmati aktifitas trading dia sebagaimana seseorang dengan skill trading yang mumpuni. Boro boro menikmati, ketika jam trading dimulai saat itu juga keringat dingin mengucur deras karena melihat portfolio yang merah membara dan modal trading yang menyusut dengan cepat. Seorang trader yang jago akan sangat menikmati aktifitas trading meski pergerakan harga naik turun tidak karuan. Dia akan tahu bagaimana memposisikan dirinya dalam kondisi market yang berbeda dan akan mampu mengatur psikologi trading dia. Jika orang bilang bursa kayak roller coaster, maka tidak semua orang membenci roller coaster, banyak juga orang yang ketagihan naik roller coaster karena menikmati adrenaline yang terpacu dari naik turunnya roller coaster tersebut. Sebagian orang, bisa jadi terkencing kencing melihat pergerakan naik turun saham di bursa, tetapi sebagian yang lain justru sangat menikmati naik turun saham tersebut karena justru disitulah kesempatan dia untuk mendapatkan keuntungan.


For some people..IDX is their Disneyland, how about you??

Sunday, July 6, 2014

One Night Stand ala louis Van Gaal


                Jika anda melihat pertandingan perempat piala dunia antara Belanda melawan Kostarika yang baru saja selesai, mungkin saat ini anda masih terkagum-kagum dengan kejeniusan Louis Van Gaal pada pertandingan tersebut. Sang pelatih Manchester United musim mendatang itu melakukan sebuah pergantian penting di menit-menit akhir babak perpanjangan waktu yakni mengganti penjaga gawang utama Jasper Cillessen dengan penjaga gawang yang baru pertama kali diturunkan di Piala Dunia 2014 ini, Tim Krul. Sang penjaga gawang yang boros muka ini terbukti mampu memberikan kontribusi yang sangat besar kepada tim nasional Belanda dengan menggagalkan dua tendangan penalty kostarika dan mempersembahkan kemenangan untuk Belanda.

                Gambling kah Louis Van Gaal saat melakukan pergantian tersebut?? Saya rasa tidak. Keputusan van gaal untuk mengganti Cillessen bukan tanpa alasan. Memang sepanjang penyelenggaraan piala dunia 2014 ini Cillessen tampil cukup baik di bawah mistar gawang Belanda tetapi Cillessen minim pengalaman dalam adu penalty. Dan untuk urusan adu penalty ini, dalam catatan Van Gaal Tim Krul punya history dan pengalaman yang lebih baik dari Cillessen. Oleh karena itu, dia berani mengganti Cillessen dengan Tim Krul di menit akhir pertandingan, bukan gambling, tetapi keputusan yang sudah diperhitungkan sebelumnya. Di sinilah letak kejeniusan Van Gaal, tahu apa yang harus dia lakukan dan siapa yang dia butuhkan untuk memenangkan pertandingan. Tim Krul pada pertandingan melawan kostarika, dan Huntelaar pada pertandingan melawan Mexico adalah contohnya.

                Keputusan Van Gaal memasukkan Tim Krul pada menit terakhir mengingatkan saya pada strategy trading saham yang saya sebut dengan One Night Stand. Memang gak ada hubungannya sih, tapi mengingat Louis Van Gaal adalah pelatih Manchester United musim mendatang, saya pengen aja nulis..hahahahaha hidup Manchester United !!!!!

                Nah sekedar mengingatkan kembali mengenai prinsip dasar strategi trading One Night Stand. Bahwa inti dari strategi ini adalah beli saham pada menjelang closing untuk dijual pada hari trading berikutnya. Beli saham di menit terakhir untuk dapat cuan..sama kan kayak Van Gaal masukkin Tim Krul menit terakhir biar bisa menang..wkwkwkwk.. teteup.

                Prinsip dasarnya :
·        Cari saham-saham yang ditarik di menit menit akhir trading
·     Cari saham yang close sama dengan harga tertinggi hari itu atau satu-dua tingkat di bawah harga tertinggi
·    Cari saham yang kira-kira bakal Auto reject kanan dan bertahan pada posisi auto reject hingga closing
·   Dari saham-saham tersebut, perhatikan juga volume nya. Volume harus mengkonfirmasi pergerakan harga hari itu
·  Jangan lupa, sebelum mengambil keputusan membeli saham tersebut, lebih baik juga mempertimbangkan kondisi opening bursa saham eropa dan juga dow futures
·    Belinya merem aja langsung pake hajar kanan, soale kalo pake antri seringkali gak dapet barang
·        Jual saham tersebut besok pagi saat menit-menit awal opening, atau jika ternyata pergerakan hari berikutnya masih oke, bisa di extend jadi two night or three night stand
·      Perlu diingat, gak semua saham cocok dengan one night stand, oleh karena itu perhatikan pula history chart nya.
·  Terakhir, dan ini point yang paling penting..tetep dukung Manchester United musim mendatang..hahaha.

Sumber : Soccersniffer


Saturday, July 5, 2014

Pilihan Saya...


                Hari ini warga negara Indonesia yang berada di Malaysia menggunakan haknya untuk memilih calon presiden dan wakil presiden yang akan memimpin Indonesia untuk periode 5 tahun mendatang. Hari ini akumulasi dari pilihan warga negara Indonesia yang ada di Malaysia akan turut menentukan nasib bangsa 5 tahun ke depan. Saya yakin, masing-masing orang yang datang ke tempat pemungutan suara untuk menggunakan hak pilihnya telah melalui sebuah proses mendengar, mencari data, dan menimbang-nimbang hingga akhirnya memutuskan siapa orang yang mereka percaya untuk diberikan amanah mengelola negara Indonesia.
                Keputusan yang mereka ambil hari ini, bukanlah akhir dari sebuah proses perjalanan, tetapi justru merupakan awal dari sebuah petualangan baru. Proses pemilihan presiden bisa saja sudah berakhir ketika mereka selesai memberikan suara dan memasukkan kertas suara ke dalam kotak suara, tetapi hasil akumulasi dari surat-surat suara tersebut akan menentukan lembaran kehidupan baru yang akan mereka jalani lima tahun mendatang. Ibarat sebuah buku, keputusan yang diambil hari ini laksana kata pengantar yang mengawali cerita kehidupan di lembaran-lembaran berikutnya. Keputusan yang diambil hari ini akan mengantarkan apakah pasangan Prabowo-Hatta ataukah Jokowi-Jk yang akan mengisi lembaran buku kehidupan yang akan kita jalani lima tahun mendatang. Efek secara langsung mungkin tidak akan kita rasakan, atau setidaknya sedikit yang akan merasakan, tetapi tidak bisa kita pungkiri, bahwa undang-undang dan segala peraturan yang harus kita taati merupakan produk dari pemerintahan yang berkuasa, sehingga suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, pemimpin yang berkuasa akan turut mewarnai lembaran kehidupan kita.
                Sebuah keputusan selalu mempunyai konsekuensi yang menyertai keputusan tersebut. Proses bagaimana kita mengambil sebuah keputusan adalah sebuah proses yang cukup penting, akan tetapi proses bagaimana kita menghadapi dan menjalani konsekuensi dari keputusan yang kita ambil tersebut seringkali jauh lebih penting daripada pengambilan keputusan itu sendiri. Sebuah keputusan salah yang kemudian diikuti dengan langkah langkah korektif untuk mengurangi efek buruk dari kesalahan tersebut mungkin hasilnya akan lebih baik daripada keputusan yang benar, kemudian terlena dengan efek sementara keputusan tersebut dan tidak diikuti oleh proses untuk menjaga efek baik dari keputusan itu. Kita semua tentu sudah memutuskan siapa yang akan kita beri amanah untuk memimpin bangsa ini, ada yang memilih untuk menitipkan kepercayaan kepada Prabowo, ada yang yakin bahwa Jokowi akan lebih baik dalam memimpin negeri Ini, dan itu adalah hak masing-masing yang harus kita hormati. Tetapi, apakah kita sudah berpikir mengenai apa yang akan kita lakukan jika seandainya hasil pemilihan presiden nanti berbeda dengan pilihan kita?? Atau apa yang akan kita lakukan jika seandainya calon presiden yang kita pilih benar-benar terpilih untuk memimpin negeri ini lima tahun mendatang??
                Saya tidak mau larut dalam pembahasan lebih lanjut mengenai hal ini karena itu hak anda masing-masing. Saya Cuma berpikir, sebagai seorang yang mencari nafkah dari pasar modal, mencari duit dari beli jual saham, bagi saya pemilihan presiden tidak jauh berbeda dengan pemilihan saham untuk investasi. Sebelum memilih saham yang akan kita beli, tentu kita akan menjalani proses pencarian data mengenai emiten incaran kita, mendalami laporan keuangannya, menghitung prospek usahanya untuk jangka waktu tertentu, menghitung valuasi saham tersebut, hingga akhirnya memutuskan inilah saham yang layak kita beli untuk investasi, untuk disimpan selama waktu tertentu. Tetapi proses investasi tidak berhenti sampai di situ, proses investasi tidak berhenti saat kita memutuskan untuk membeli saham tersebut, justru proses investasi baru dimulai saat kita mempunyai saham tersebut dalam portfolio kita. Sebuah keputusan investasi selalu mempunyai konsekuensi untuk selalu memonitor keputusan investasi tersebut, apakah performasi perusahaannya tiga bulan mendatang masih sejalan dengan hitungan yang kita lakukan sebelumnya, apakah keputusan keputusan yang diambil oleh perusahaan mempengaruhi performansi investasi kita. Sebuah keputusan investasi akan selalu diiringi oleh proses evaluasi terhadap investasi tersebut, bisa tiap triwulan, setengah tahun atau setahun. Proses evaluasi dan review ini akan menentukan apakah kita masih akan menyimpan saham ini, menambah porsi saham jika perlu, atau kita harus melepas posisi saham tersebut dan beralih ke saham lain yang mempunyai prospek hasil investasi yang lebih baik.
                Baik Prabowo ataupun Jokowi yang akan jadi presiden Indonesia nantinya, tentu saja harus kita evaluasi performansi nya. Apakah keputusan-keputusan yang diambil selama menjabat sesuai dengan janji-janji ketika kampanye, apakah kehidupan bermasyarakat semakin lebih nyaman atau malah lebih buruk selama mereka menjabat, apakah kebijakan-kebijakan pemerintah membawa kebaikan bagi kita atau justru makin menyusahkan kita. Sebagai sebuah investasi, Prabowo atau Jokowi harus dievaluasi, direview secara berkala. Sebagai sebuah investasi maka bisa jadi pandangan kita saat memilih akan berbeda dengan pandangan kita setahun atau dua tahun mendatang. Dan itu akan sangat wajar mengingat dinamika yang akan terjadi.
                Makanya saya selalu percaya, dalam dunia investasi, tidak ada keputusan yang benar-benar mutlak, tidak ada kepercayaan 100%, kepercayaan membabi buta. Dunia investasi adalah dunia yang sangat dinamis, bisa jadi tahun lalu ada sebuah saham yang menjadi primadona semua investor, tetapi tahun ini justru menjadi saham sampah yang bertengger di harga 50, bisa jadi tiga bulan yang lalu ada saham yang performasinya biasa biasa saja tetapi dalam beberapa bulan ini menunjukkan performansi dan hasil investasi yang luar biasa. Average up dan cut loss adalah sesuatu yang sangat wajar dalam sebuah keputusan investasi, apakah kita makin percaya dengan saham tersebut dan kemudian menambah porsi kita di saham itu ataukah ternyata saham tersebut tidak sesuai hitungan awal dan prediksi kita sehingga kita harus cut loss untuk mengurangi potensi kerugian di masa mendatang jika kita terus keukeuh memegang saham tersebut.              
                   Nyoblos adalah sebuah keputusan investasi dan jika saya ditanya saya nyoblos siapa hari..maka jawaban saya tak akan tergoyahkan..saya nyoblos istri saya!!!

Thursday, June 26, 2014

You'll Never Walk Alone

Sumber : http://sites.psu.edu/rclcanavan2013/ 


Beberapa hari ini timeline path saya dipenuhi oleh status dukungan terhadap Luis Suarez. Bagi yang mengikuti perkembangan piala dunia 2014 di Brazil tentu sudah paham mengenai apa yang sudah dilakukan oleh Luis Suarez. Bagi yang menyukai sepakbola saya yakin sudah bisa menduga kenapa timeline path saya dipenuhi status dukungan terhadap Luis Suarez.

Bagi yang tidak mengikuti perkembangan piala dunia 2014 apalagi yang tidak menyukai sepakbola, saya kasih gambaran biar jelas. Ceritanya begini..Ada seorang striker sepakbola namanya Luis Suarez berasal dari negara Uruguay. Bagi yang belum tahu, striker itu pemain sepakbola yang kerjaan utamanya masukin bola sebanyak banyaknya ke gawang lawan. Kalo pas lagi gak ada piala dunia, luis Suarez ini kerja di klub sepakbola yang sudah puluhan tahun gak pernah juara liga, nama klub nya Liverpool di Inggris sono. Nah beberapa hari yang lalu, Uruguay tanding melawan Italia di pertandingan yang sangat penting karena hasilnya akan menentukan siapa yang akan lolos ke babak selanjutnya dari grup D. Pertandingannya sendiri mayan seru sih tapi yang lebih seru adalah pada pertandingan tersebut Luis Suarez menggigit pundak bek Italia Giorgio Chiellini..Buntut dari kejadian itu tentu saja bermunculan banyak reaksi “lucu” dari penggemar sepakbola dari seluruh penjuru dunia, bahkan mantan pemain pemain legendaris sepakbola juga turut menyumbangkan pendapat mereka mengenai perilaku Luis Suarez ini. Apalagi kejadian Luis Suarez menggigit lawan tandingnya bukan Cuma satu kali ini aja terjadi, tetapi juga pernah dia lakukan pada saat Liverpool melawan Chelsea dengan korban yang merasakan gigi tonggosnya adalah bek Chelsea Ivanovic.

Beberapa berpendapat memang ada yang salah dengan sifat Luis Suarez yang suka menggigit ini, dan saya termasuk yang setuju dengan pendapat ini, namun untungnya Luis Suarez tumbuh di negara Uruguay yang punya tradisi sepakbola yang bagus sehingga sifat jelek tersebut bisa dia tutupi dengan prestasi sepakbola yang cukup mentereng dibandingkan pesepakbola lainnya di belahan dunia. Andaikata seorang Luis Suarez tumbuh di negara Indonesia, mungkin nasibnya tak akan jauh dari seorang Sumanto.

Federasi sepakbola Uruguay jelas mendukung Luis Suarez, mereka jelas membela salah satu pahlawan sepakbola Uruguay, karena bagi Uruguay Luis Suarez adalah striker yang lebih baik dari Edison Cavanni dan Luis Suarez adalah pahlawan Uruguay pada piala dunia 2010 yang mengorbankan dirinya untuk dikartu merah karena menahan peluang 99% goal dengan tangannya, sangat aneh memang, tapi kemudian Uruguay berhasil melangkah ke babak selanjutnya dan Luis Suarez dielu-elukan bagai seorang pahlawan empat tahun yang lalu.

Bagi fans Liverpool, Luis Suarez adalah dewa J..terlebih musim lalu ketika Liverpool sempat merajai liga inggris hingga minggu minggu terakhir liga Inggris. Semua itu berkat goal goal yang disarangkan oleh Luis Suarez, sayang Liverpool lengser dari pucuk pimpinan klasemen liga Inggris karena sang kapten Steven Gerard terpeleset pada pertandingan melawan Chelsea yang akhirnya dimenangkan oleh Chelsea dan Liverpool kehilangan poin yang sangat penting dan akhirnya gagal jadi juara liga Inggris..gagal maning son!!.

Malam ini, FIFA menjatuhkan hukuman selama empat bulan dari segala aktivitas yang berkaitan dengan sepakbola kepada Luis Suarez, dan timeline path saya pun kembali dipenuhi dengan status dukungan terhadap Luis Suarez..You’ll Never Walk Alone

Militansi fans klub Liverpool tidak usah diragukan, sudah terbukti dengan tetap setianya mereka mendukung klub kesayangannya meski sudah cukup lama tidak pernah merasakan manisnya gelar liga inggris, sudah puluhan tahun tidak mengangkat trophy liga Inggris…You’ll Never Walk Alone..

Tentu saja, militansi tersebut terbentuk karena ada ikatan emosional yang sangat kuat antara klub dan para penggemarnya, dan kata-kata You’ll Never Walk Alone ibarat kata-kata magis, ibarat mantra yang semakin menguatkan ikatan emosional tersebut.

You Will Never Walk Alone…Kamu tidak akan pernah berjalan sendirian atau kalo lebih mau kontekstual bisa diartikan sebagai Kamu tidak akan pernah sendirian. Kata kata ini memang sangat agung, sangat magis, sarat makna. Dan alangkah bahagianya bagi kita ketika kita tahu bahwa kita tidak akan pernah sendirian karena akan selalu ada fans, ada pendukung yang menemani kita, memberikan support kepada kita untuk melalui semua masalah yang kita hadapi. Dan Luis Suarez merasakan hal tersebut.

Kita, tentu saja tidak harus menjadi seorang pesepakbola handal layaknya luis Suarez untuk bisa mendapatkan perlakuan seperti itu. Yang lebih penting adalah bagaimana kita menemukan teman-teman layaknya pendukung Liverpool yang selalu setia mendukung kita apapun keadaannya. Dulu, semasa masih rajin sharing, dalam setiap #tradergathering selalu saya sampaikan pentingnya untuk mencari seorang mentor saham. Dan mentor seringkali bukanlah orang yang mengadakan training saham berbayar..hehe. Selain mentor, tidak kalah penting adalah membentuk grup saham yang akan menjadi tempat curhat, tempat bertukar pikiran, tempat berbagi informasi, tempat bertanya dan tempat kita untuk saling bertumbuh.

Kenapa penting punya mentor dan group saham?? Layaknya perjalanan karier seorang Luis Suarez yang tidak selalu mulus, perjalanan karier kita sebagai seorang trader pun tidak akan pernah selalu mulus. Akan ada masa di mana kita sering salah dalam mengambil posisi trading, mengalami kerugian secara beruntun. Akan ada masa di mana market sangat tidak menarik, membosankan. Akan ada masa di mana market naik dengan sangat cepat dan seringkali kita tidak tahu apa yang harus kita lakukan. Mentor dan teman di grup saham lah yang akan menemani kita melalui masa masa tersebut dengan lebih menyenangkan, menguatkan kita saat kerugian melanda dan mengingatkan kita saat euphoria memenuhi jiwa raga, merasa yang terhebat karena cuan dengan mudahnya kita terima.

Banyak media untuk membentuk grup saham, bisa berawal dari perkenalan pada sebuah training saham, bisa bermula dari diskusi di sebuah mailing list saham, atau bisa juga dari facebook yang kemudian berlanjut ke grup whatsapp, line maupun blackberry messenger. Darimanapun mulanya, usahakan jangan terlalu banyak member yang ada dalam grup tersebut sehingga masing-masing anggota tidak hanya sekedar tahu nama tetapi bisa mengenal secara detail karakter masing-masing orang yang ada dalam grup tersebut. Kopi darat, bertemu secara langsung merupakan media yang sangat efektif untuk membentuk ikatan emosional antar anggota grup, dari sekedar ngopi-ngopi hingga aktifitas yang mungkin tidak cukup bijak untuk disebutkan di sini J.

Pengenalan karakter ini penting, karena dalam interaksi nantinya, tidak selamanya kita akan sepaham dengan pendapat temen grup kita. Terlebih ketika diskusi dalam grup tersebut tidak hanya diskusi mengenai saham, tetapi juga menyangkut segala hal yang masing-masing alami dan juga isu isu terbaru yang ada di televisi. Akan ada beda pendapat, akan ada berantem, akan ada suasana yang memanas, akan ada yang emosional, akan ada yang meninggalkan grup, tetapi pada akhirnya ketika masing-masing sudah mengenal karakter, akan ada rejoin group, akan ada tawa mengingat kembali lucunya kita ketika berantem di grup, akan ada banyak traktiran karena beberapa anggota melanggar ketentuan group..akan ada banyak kesenangan yang kita rasakan dengan memiliki sebuah grup.

Memiliki sebuah grup saham, akan membantu kita melalui berbagai hambatan dalam meniti karier dalam dunia saham. Membantu meningkatkan kemampuan trading kita, membantu meringankan beban mental kita saat kerugian mendera dan mengingatkan kita akan resiko yang selalu ada meski keuntungan ada dalam genggaman. Miliki sebuah grup saham and you will never walk alone..
After all..in trading, You Should Never Walk Alone..